UMPAR Siapkan Dana Dukung Penelitian Internal

UMPAR Siapkan Dana Dukung Penelitian Internal

Dalam rangka mendukung penelitian dan pengabdian, UM Parepare (UMPAR) melakukan tanda tangan kontrak dengan menggelontorkan dana internal senilai hampir 1 Milyar rupiah. Penandatanganan yang dilakukan pimpinan UMPAR bersama pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) memutuskan pendanaan yang dicairkan dengan rincian Rp. 700 juta untuk HIBAH APBU dan Rp. 196 Juta untuk HIBAH RISETMU.

Ketua LPPM UMPAR, Dr. Iradhatullah Rahim, S.P,M.P melaporkan ada 82 proposal yang diterima LPPM yang tersebar dari 7 fakuktas di UMPAR. Dari 82 proposal tersebut, 63 proposal lolos untuk didanai tahun anggaran 2022. “Terdapat 82 proposal yang diterima LPPM yang tersebar dari 7 fakultas di UMPAR. Dari 82 proposal tersebut, 63 proposal lolos untuk didanai tahun anggaran 2022”, ungkap Iradhatullah melalui keterangan tertulis, Jumat (14/01).

Dosen UMPAR diwajibkan untuk menghasilkan luaran dari pendanaan tersebut. Luaran penelitian dan kegiatan PKM seperti HKI, artikel, buku, dan video kegiatan harus dipenuhi untuk pencairan dana termin kedua. Luaran penelitian dan PKM dapat mengangkat UM Parepare dalam klasterisasi di perguruan tinggi. “Kita tekankan kewajiban dosen untuk menghasilkan luaran dari pendanaan tersebut. Luaran penelitian dan PKM dapat mengangkat UM Parepare dalam klasterisasi di perguruan tinggi,” pungkas Wakil Rektor 1 UM Parepare, Asram A.T Djadda, M.H.

Rektor UM Parepare Dr. Muh.Nasir S, M.Pd berharap kegiatan ini merupakan langkah awal untuk kegiatan penelitian di tempat lain seperti hibah Kemendikbud dan hibah lain yang dilaksanakan pemerintah. Rektor juga mengatakan ada dua fakultas yang sedang melaksanakan kerja sama internasional dengan universitas di Filipina. Harapannya kegiatan-kegiatan ini dapat menambah jumlah Guru Besar di lingkup UMPAR. []UM Parepare/ Diktilitbang

UM Gresik Adakan Lokakarya Sinergikan Antar-Ormawa

UM Gresik Adakan Lokakarya Sinergikan Antar-Ormawa

Biro Admisi dan Humas UM Gresik menggelar workshop Managing Social Media” bersama dengan Divisi Kehumasan HMJ, UKM, BEM, DPM, dan IMM di Hall Sang Pencerah Lt 8. Hadir dalam workshop ini Wakil Rektor III UMG, Suwarno SE MSi; Kepala Biro Admisi dan Humas, Abdurrahman Faris Indriya SE MSM; Kepala Bagian Minat Bakat dan Ormawa, Hidayat ST MT; dan Kepala Bagian Humas, Dwi Faqihatus Sy Has MEpid sebagai pengarah teknis. Zainal Arifin, Founder Mata Digital Indonesia sekaligus anggota Majelis Pustaka dan Informasi PDM Gresik menjadi pemateri dalam workshop ini. 

Abdurrahman Faris mengatakan dalam sambutannya bahwa peran Divisi Humas Ormawa sangat penting. Salah satunya, yakni dalam mengintegrasikan informasi dalam Prodi dan UKM untuk dibagikan ke dalam sosial media UM Gresik. “Tujuannya adalah tersebarnya informasi yang relevan dan terkini. Ke depannya, akan lebih baik apabila ada keseragaman template di tiap postingan ormawa,” tambahnya. Suwarno menambahkan bahwa hal itu akan menjadi salah satu poin penting dalam mewujudkan sinergitas antara Humas Ormawa dengan Humas UMG.

Kemudian, Zainal Arifin mengatakan bahwa inti dari managing social media adalah istiqomah, perencanaan yang matang, adanya timeline atau editorial plan, melakukan riset, dan mengunggah konten yang relevan. “Selain pengetahuan soal manajemen media sosial, hal yang penting lainnya adalah sikap bermedia sosial yang baik dan mendapatkan banyak subscriber atau followers,” tutupnya pada Senin (27/12) lalu. 

Ikuti Program PMM, Mahasiswa Akui Toleransi di UM Kupang

Ikuti Program PMM, Mahasiswa Akui Toleransi di UM Kupang

Universitas Muhammadiyah Kupang (UM Kupang) turut berpartisipasi dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang digaungkan kemdikbud. Sebanyak 52 orang mahasiswa mengikuti pertukaran pelajar di UMK dan berasal dari beberapa kampus diantaranya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi, Institut Pendidikan Indonesia, IKIP Budi Utomo Malang, dan lain sebagainya.

Veronika salah satu mahasiswa yang mengikuti program memaparkan kuliah di UMK memberikan banyak pengalaman terutama mengenai toleransi. Ia mengungkap mahasiswa di UMK saling berbaur dan membantu satu sama lain tanpa membedakan suku, ras, dan agama. “Saya merasa sangat senang berkuliah disini, apalagi saya aslinya beragama kristen, sementara kampus yang saya dapatkan itu UMK. Dari nama kampus saya pikir itu kampus hanya orang Islam yang kuliah tapi nyatanya disini mahasiswa lebih banyak beragama Kristen dan Katolik,” paparnya melalui keterangan tertulis, Jumat (14/01).

Rektor UMK dalam sambutanya berpesan agar mahasiswa PMM memahami kelebihan dan kekurangan di UMK. Ia menyebutkan saat ini UMK sedang berproses untuk berkembang. Terlebih kurikulum yang digunakan masih sama serta dosen yang mengajar memiliki kualifikasi dan kompetensi yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Baginya, menjadi pribadi yang unggul tidak tergantung pada fasilitas, gedung, dan kampus namun harus didasarkan dari bibit yang dilahirkan dengan kepribadian yang berkualitas. “Diri kita pribadi menjadi penentu utama jadi jangan pernah berpikir pintarnya kita hanya ditentukan oleh dosen, kurikulum, fasilitas tapi penentu sebenarnya adalah kita,” pesan Dr. Zainur Wula, M.Si. [] UM Kupang/Diktilitbang

STIKES Muh Cirebon Lantik Ketua Baru

STIKES Muh Cirebon Lantik Ketua Baru

Tantangan institusi perguruan tinggi di Indonesia kini semakin besar dan dituntut untuk menjalankan pengelolaan yang transparan serta akuntabel. Institusi pendidikan juga dituntut meningkatkan kualitas mengikuti standar dan indikator kinerja yang harus dicapai, bahkan melampauinya. Demikian papar Hj Sri Musfiroh SSiT MKes yang resmi dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Cirebon periode 2021-2025. “Pemikiran dan strategi cerdas perlu terus diupayakan untuk menjawab tantangan ini,” paparnya setelah serah terima jabatan di kampus setempat, Rabu (13/01).

Ke depannya rencana pembangunan akan dilakukan di berbagai bidang baik pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, SDM dosen, SDM tenaga pendidik, dan strategi yang akan disusun dalam mencapai tujuan. Sri juga mengucapkan terima kasih kepada Hj Ilah Sursilah SSiT MKes, ketua sebelumnya yang telah mengembangkan STIKes Muh selama ini, dan memberikan contoh untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. “Kami berharap dalam serah terima jabatan dan pelantikan ini, mitra STIKes Muh Cirebon yang turut hadir dapat terus melanjutkan kerja sama dan mewujudkan tujuan bersama,” paparnya.

STIKes Muhammadiyah Cirebon turut mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mejelis Diktilibang PP Muhammadiyah, LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cirebon, Badan Pembina Harian STIKes Muhammadiyah, Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah, Kepala Dinas Kesehatan, Pimpinan Organisasi Profesi, Pimpinan Sekolah Tinggi dan Perguruan Tinggi Mubammadiyah dan Aisyiyah, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Sewilayah III, serta Pimpinan Rumah Sakit dan seluruh mitra kerja STIKes Muhammadiyah Cirebon. [] STIKES Muh Cirebon/Diktilitbang

Mahasiswa UM Palopo Ikuti Formasita Goes to Senayan Season 3

Mahasiswa UM Palopo Ikuti Formasita Goes to Senayan Season 3

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo (UM Palopo) mengikuti acara seremonial Pelepasan Peserta Formasita Goes to Senayan Season 3 (FGTS 3) pada Senin (10/12) lalu. Kegiatan ini terlaksana di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Pemprov Sulawesi Selatan, Wakil Rektor III Unhas, Wakil Rektor III UNM Makassar, dan Wakil Rektor II UM Palopo hadir. Selain itu, pimpinan dari perguruan tinggi lainnya turut hadir.

Formasita (Forum Mahasiswa Beasiswa Aspirasi Tamsil Linrung) kali ini tidak hanya mengunjungi Jakarta saja. Melainkan juga akan melakukan “ekspedisi budaya” dengan mengunjungi kota-kota lain. Di antaranya adalah Bogor, Yogyakarta, dan Surabaya. Tema pada Formasita Season 3 kali ini adalah “Gapura Anak Bangsa”. Wakil Ketua II Bidang SDM Formasita, Muhammad Edwin Ilwas, menjelaskan hal tersebut dalam Terkini.id. “FGTS 3 ini menjadi program kerja terbesar di Klaster 3 Bidang Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Formasita,” ujarnya.

Ratna, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UM Palopo akan mengikuti FGTS 3 selama 24 hari. Dekan FKIP UM Palopo, Dr Imam Pribadi MPdI sangat mengapresiasi prestasi mahasiswi tersebut dan telah menyiapkan penghargaan kepada Ratna. “Program ini adalah merupakan wadah yang representatif bagi anak muda khususnya di Sulawesi Selatan untuk mengambil peran-peran strategis dalam dinamika kebangsaan. Kita berikan penghargaan kepada mahasiswa yang senantiasa memberikan sumbangsih positif dan mengharumkan nama baik kampus UM Palopo,” ucapnya dalam situs resmi UM Palopo.

UMKO Jalin Kerja Sama dengan PWI Lampura Tunjang Bidang Jurnalistik

UMKO Jalin Kerja Sama dengan PWI Lampura Tunjang Bidang Jurnalistik

Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) melakukan kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Utara pada Rabu (12/1). Kerja sama tersebut terwujud dalam kunjungan UMKO ke kantor PWI Lampung Utara. Kepala Prodi Ilkom UMKO, Lovia Evanne SKM MIKom hadir dalam kunjungan bersama dengan Kepala Prodi Hukum, M Ruhly Kesuma Dinata SH MH. Selain itu, hadir pula bagian UPM, Ibrahim Fikma Edrsisy SH MH. Tujuan dari kerja sama tersebut adalah untuk menunjang bidang jurnalistik di kejuruan UMKO.

Lovia Evanne mengatakan bahwa kehadiran Prodi Ilmu Komunikasi ini bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan informasi dan komunikasi di era digital. Oleh karena itu, Prodi Ilkom perlu bersinergi untuk memperluas jaringan, salah satunya dengan PWI Lampura. “Informasi di era digital tersebut berkembang pesat. Oleh karenanya, ke depan kita akan membuat nota kesepakatan antara Prodi Ilkom UMKO dengan PWI Lampura dibidang jurnalistik,” ujarnya.

Kemudian, Ketua PWI Lampura, Rozi Ardiansyah menyambut baik tujuan dari Prodi Ilkom UMKO ini. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan program kerja PWI. “Salah satu program kerja PWI adalah bidang pendidikan. Oleh karenanya, sinergitas ini akan kita jalin,” tegas Rozi. PWI Lampura dapat melibatkan mahasiswa Prodi Ilkom dalam kegiatan-kegiatan jurnalistik.

Ia juga mengatakan bahwa perkembangan teknologi menjadikan semua orang mudah membuat artikel dan membagikanya. “Hal ini membuat posisi jurnalis dan masyarakat setara. Tapi, dengan kode etik jurnalis, maka jurnalis profesional bisa menunjukkan diri mereka berbeda,” pungkasnya dalam Lensa Hukum News.

Nini Aryani Resmi Pimpin STKIP 'Aisyiyah Riau

Nini Aryani Resmi Pimpin STKIP ‘Aisyiyah Riau

Berdirinya STKIP ‘Aisyiyah Riau harus mampu diterjemahkan dalam agenda perluasan dakwah Persyarikatan untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Kampus ini harus turut menjadikan nilai Muhammadiyah sebagai peraturan, perundang-undangan, dan ideologi yang dijadikan tumpuan juga pijakan. Demikian papar Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini saat menghadiri secara daring pelantikan Nini Aryani sebagai Ketua STKIP ‘Aisyiyah Riau, Selasa (11/01).

Noordjannah berpesan agar perkembangan STKIP ke depannya dapat dilakukan dengan tradisi Persyarikatan Muhammadiyah dan bukan melalui jalan pintas atau meremehkan mutu yang sudah ada. “Kalau ini ada, maka kehidupan kampus akan mati. Menerabas dalam hal apa saja dan agama tidak boleh menerabas, pragmatis, cepat selesai dengan cara-cara yang tidak benar. Maka nilai-nilai kebenaran dan keutamaan itu akan sangat penting dan harus jadi landasan kita,” pesannya.

Jajaran BPH juga diminta untuk bersama-sama merawat kemajuan lembaga pendidikan dengan integritas dan kepemimpinan transformasional. Dosen juga perlu dibentuk dengan integritas tinggi dan memiliki karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. “Karena ketika kita melanggar etika dan pragmatis, maka akan menjadi perbincangan banyak orang. Sekali perguruan ini menjadi perbincangan yang negatif, maka cara untuk mengembalikan pada hal yang positif tidaklah mudah. Karena itu jangan sekali-kali mempermudah untuk diperbincangkan pada hal-hal yang tidak baik,” pesannya melalui keterangan tertulis.

Sementara itu Ketua STKIP ‘Aisyiyah Riau, Nini Aryani bertekad untuk membawa lembaga yang dipimpinnya lebih maju dan berprestasi. “Menguatkan komitmen dan jalinan kebersamaan antara sivitas akademika untuk menjadikan kampus yang maju, terpercaya, berdaya saing dan Insyaallah dapat mengemban nilai-nilai ‘Aisyiyah dalam memajukan anak bangsa,” tuturnya.

Ketua BPH STKIP ‘Aisyiyah, Irwan Effendi turut menyampaikan apresiasi atas pelantikan Nini Aryani. Menurut Irwan, STKIP ‘Aisyiyah Riau kini mengalami kenaikan siswa baru sebanyak 400 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Menyambung Irwan, Ketua LLDIKTI Wilayah X, Herri menilai kenaikan itu menjadi modal penting bagi pengembangan SKTIP ‘Aisyiyah Riau. [] muhammadiyah.id/Diktilitbang

Majelis Diktilitbang Akui Perkembangan UM Sumatera Barat Relatif Cepat

Majelis Diktilitbang Akui Perkembangan UM Sumatera Barat Relatif Cepat

Sebagai sebuah PTM yang baru beberapa tahun distimulus untuk bangkit, perkembangan UM Sumatera Ba relatif baik dan layak diapresiasi. Dari sisi SDM, dengan 43 doktor dari 198 dosennya, sudah menempatkan rasio doktor per dosen di atas rata-rata nasional. Jumlah mahasiswa yang sudah lebih 5000-an orang, juga menempatkannya sebagai PTMA level menengah di antara 166 PTMA di Indonesia. Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PPM yang juga Koordinator Pendampingan Sumatera I Prof Edy Suandi Hamid menanggapi laporan Dr Riki Saputra, Rektor UM Sumatera Barat, pada acara pendampingan yang dilakukan di kampus UMSB, Rabu (12/1).

Pendampingan juga dikakukan oleh Prof Sjafri Sairin, Dr Budhi Akbar, dan Dr Sulaiman. “Dengan gambaran saat ini, potensi untuk berkembang lebih cepat untuk menjadikan UMSB sebagai PT yang maju, unggul, dan berdaya saing, sangatlah besar,” ujar Prof Edy. Namun perlu diingat, secara historis, UMSB adalah PTM tertua di Indonesia, yang relatif lama “terlelap” dan berjalan mengalir tanpa sentuhan manajemen yang akseleratif.

Padahal Sumbar adalah wilayah ideologis Muhammadiyah yang melahirkan banyak kader, dan secara kuantitas juga relatif unggul anggotanya dibanding banyak daerah lain. “Oleh karena itu, memang harus ada upaya yang ekstra keras untuk mendorong UM Sumatera Barat agar bisa leading, baik di wilayah Sumbar sendiri maupun secara nasional, utamanya lagi dibanding PTMA lainnya,” pungkas Prof Edy dalam forum yang diikuti pimpinan dan pengurus UMSB. Dalam kesempatan itu, Rektor Riki Saputra menyampaikan laporan 13 item pendampingan dan masalah yang dihadapi. “Perubahan standar akreditasi dan juga adanya LAM yang berbayar akan menjadi masalah bagi kami. Juga pembelajaran hybrid selama covid berpengaruh pada proses dan kualitas pembelajaran di UMSB,” ujar Rektor UMSB Riki Saputra. []RED/ Diktilitbang

UM Surabaya Berangkatkan Mahasiswa PGSD Mengajar di Tenda Darurat

UM Surabaya Berangkatkan Mahasiswa PGSD Mengajar di Tenda Darurat

Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana) Universitas Muhammadiyah Surabaya memberi bantuan pendidikan pada lokasi terdampak bencana di Pronojiwo, Lumajang Senin (10/1) lalu. Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menjadi lokasi terdampak bencana akibat awan panas dan guguran erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember lalu. Di sana, satu sekolah rusak berat, lima sekolah rusak ringan, dan 19 lainnya terdampak debu. Oleh karena itu, UM Surabaya memberangkatkan Matana ke lokasi. Gelombang dua Matana tiba di sana sejak Selasa (4/1) lalu, dan akan menetap hingga Senin (17/1) mendatang.

Lailatun Ni’mah dan Kumala Sari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) UM Surabaya, merupakan bagian dari Matana. Peran keduanya adalah mengajar 105 siswa di tenda darurat pendidikan milik Kemendikbudristek. “Saya senang saat menerima tawaran untuk mengajar di lokasi terdampak. Kami mengajar dan memberikan motivasi di SD 02 Sumpit Urang, Pronowijo Lumajang. Salah satu hal yang memotivasi saya semangat mengajar adalah siswa-siswi yang selalu semangat. Mereka meminta saya untuk mengajar setiap hari,” terang Lailatun dalam situs resmi UM Surabaya.

Kepala LPPM UM Surabaya Dede Nasrullah mengatakan bahwa kehadiran Lailatun Ni’mah dan Kumala Sari mengisi kebutuhan yang penting di lokasi terdampak bencana. Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PWM Jawa Timur sendiri yang meminta kebutuhan tersebut. “Lailatun dan Kumala akan ditugaskan selama 1 bulan penuh, terhitung 10 Januari. Keduanya ada di pos pelayanan MDMC PWM Jawa Timur yang terletak di Pronowijo Lumajang. Selain berbagi ilmu, saya berharap keduanya dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Juga, dapat mengambil pelajaran di setiap kejadian di lokasi bencana,” tandas Dede.

MSPP Batch IV Lahirkan Kader Berskala Internasional

MSPP Batch IV Lahirkan Kader Berskala Internasional

Setelah berjalan selama tiga bulan, Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP Batch IV) resmi ditutup bertempat di PPPPTK Seni Budaya Yogyakarta, Selasa (11/01). Total peserta MSPP tahun ini yaitu 46  peserta dengan masing-masing mengikuti program yang terbagi di UM Yogyakarta yaitu 24 peserta, sementara di UM Surakarta terdapat 22 peserta.

“Kami tidak hanya belajar mengenai skor ielts, namun juga bagaimana menyusun riset penelitian dan mencari ilmu mengenai perkuliahan di luar negeri,” papar Ketua tim UMS, Alfalisyado. Gilang Rusadi, Ketua tim UMY menambahkan kegiatan lain juga turut diikuti oleh peserta seperti tahsin, hafalan Al-Quran, Kultum, Tahajud, Sharing Session, belajar mandiri, dan lainnya.

Ada dua konsep dari kegiatan ini yaitu pencapaian dan komitmen sebagai kader dari Muhammadiyah.“Kalian adalah bagian dari Muhammadiyah, jadi kalian perlu mengetahui apa itu Muhammadiyah, terutama mengenai nilai Muhammadiyah seperti Islam Wasathiyah dan nilai lainnya,” pesan  Dr H Ari Anshori MAg, Ketua MPK PP Muhammadiyah.

Prof Lincolin Arsyad memaparkan sangat bangga dengan adanya 46 peserta yang berhasil mengikuti program ini. “Sudah ada tiga peserta yang berhasil mendapatkan LoA baik di Inggris, UK, dan New Zealand serta akan menyusul peserta yang lainnya,” pungkas Ketua Majelis Diktilitbang PPM. Ia berpesan agar peserta dapat berjuang untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Angkatan ke-4 MSPP perlu menyebar di seluruh dunia dan menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki kader yang tinggi secara kualitas dan mentalnya.

Para pendiri Persyarikatan adalah orang-orang yang lingkaran belajarnya jauh. Sehingga dengan adanya kader Muhammadiyah yang mengikuti program MSPP ini dapat menjadi kader yang berdiaspora dan dibutuhkan untuk pengembangan Persyarikatan.“Salah satu adanya amanat muktamar adalah melanjutkan gerakan internasionalisasi Muhammadiyah. Sehingga adanya kader dari MSPP ini diharapkan dapat terus mengembangkan gerakan internasionalisasi tersebut,” pungkas dr. Agus Taufiqurahman, selaku Ketua PP Muhammadiyah sekaligus menutup acara. [] MSPP Batch IV/ Diktilitbang