Pengembangan Sekolah Lapang Digital UM Enrekang

Universitas Muhammadiyah Enrekang melaksanakan penutupan program Penguatan Kapasitas Lokal dalam Desa dan Pengembangan Sekolah Lapang Digital pada Selasa (23/11) lalu. Bupati Enrekang, Muslimin Bando, di aula Kampus Unimen. Program tersebut bernama lain local capacity in the design and development of digital farmer field school (DFFS). DFFS adalah program kerja sama atau kolaborasi antara pemerintah Kerajaan Belanda melalui Van Hall Larensten, pemerintah Kabupaten Enrekang, dan UM Enrekang. Seminar DFFS tersebut berjudul “The Final and The Future” dengan pendanaan dari Nuffic Neso.

Pembicara-pembicara dalam seminar Pengembangan Sekolah Lapang Digital tersebut ada beberapa. Antara lain, Prof Dr Anita Hardon dan Dr Rico Lie dari Knowledge, Technology, and Innovation Wageningen University and Research. Kemudian, Dr Bert Melief dan Dr Pleun Aresbergen dari Van Hall Larenstein, the University of Applied Sciences, Belanda. Selanjutnya, pembicara Indonesia adalah Dr Drs Yunus Busa MSi.

Turut hadir dalam kegiatan seminar ini ada beberapa. Di antaranya, perwakilan petani dari kecamatan Masalle Bapak Aksi Mamile Paruac, Ketua Gapoktan Mammesa desa Buntu Sarong. Kemudian, Ibu Faridah Ketua KWT Bersatu Bongli dan Bapak Agus Salim.

Pada akhir acara, MB menyerahkan sertifikat pelatihan tim DFFS Enrekang dan cendera mata kepada peserta pelatihan dengan tingkat partisipasi dan kinerja terbaik. Di antaranya Mursalim Bagenda, Sutarjo Barrang, dan Sunira Nasrul. Turut hadir dalam kegiatan seminar ini perwakilan petani dari kecamatan Masalle, Bapak Aksi Mamile Paruac, Ketua Gapoktan Mammesa Desa Buntu Sarong. Kemudian, Ibu Faridah Ketua KWT Bersatu Bongli, dan Bapak Agus Salim.

Pengembangan Sekolah Lapang Digital UM Enrekang

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.