Inovasi Produk Olahan Sayur Tim KKN Kolaboratif Unmuh Babel dan UMP

Inovasi Produk Olahan Sayur Tim KKN Kolaboratif Unmuh Babel dan UMP

Tim KKN Kolaboratif 2022 antara Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan kegiatan pengabdian inovasi produk pada Senin (7/2) lalu. Mahasiswa terdiri atas tujuh mahasiswa Unmuh Babel dan enam mahasiswa UMP. Bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dwi Indra Aprilliandari MPd, Tim KKN mengabdi di Desa Batu Itam. Desa tersebut terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pendampingan bersama pemerintah desa setempat di bidang pendidikan, keagamaan, maupun bimbingan belajar. Mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu pengajian Majelis Ta’lim.

Kegiatan yang terselenggara berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Desa Batu Itam dalam Mengembangan Produk Olahan Sayur untuk Mendukung Ekonomi Berkelanjutan”. Kegiatan terlaksana di Gedung Serbaguna Desa Batu Itam Belitung. Ketua Pelaksana, Aminatul Ajmi, mengharapkan produk makanan yang diolah dapat menjadi solusi bagi anak-anak hingga orang dewasa yang selama ini tidak menyukai sayur. “Nugget sayur menjadi alternatif yang telah masyarakat tunggu, terutama bagi vegetarian,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dwi Indra Aprilliandari, M.Pd juga optimis dengan inovasi produk olahan sayur menjadi nugget ini. Ia berharap inovasi mereka dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang khususnya pada aspek ekonomi. Kemudian, perwakilan Pemerintah Desa, Kasi Pelayanan Eka, juga mengaku senang dan mengucapkan terima kasih kepada pihak DPL dan mahasiswa KKN Kolaboratif 2022. “Pelatihan pembuatan nugget dari bahan sayuran ini, akan menjadi model inovasi baru bagi masyarakat terutama para ibu di Desa Batu Itam untuk membuat camilan lebih sehat dan enak untuk anak-anaknya,” sebut Eka bersemangat.

Unmuh Bangka Belitung Sambut Kunjungan Pelajar

Unmuh Bangka Belitung Sambut Kunjungan Pelajar

Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Bangka Belitung) menyambut kunjungan pelajar dari Madrasah Aliyah Terpadu (MA) Bina Insan Cendekia, Senin (27/12) lalu. Dalam kunjungan tersebut, hadir Ratna Wardani SAg, Kepala Sekolah MA Bina Insan Cendekia. Ia mengucapkan syukur terima kasih atas penyambutan Unmuh Babel yang ramah pada sebanyak 60 siswa. “Semoga dengan kunjungan ini akan semakin memotivasi anak-anak kami untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” sebutnya.

Ratna mengatakan bahwa kegiatan ini memang rutin dilaksanakan oleh dari MA Bina Insan Cendekia Muntok Bangka Barat. Hal ini bertujuan untuk memotivasi para siswa, khususnya kelas XII (dua belas). Sebab, mereka akan segera menyelesaikan pendidikan mereka dan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kemudian, Sukma Wijaya SE, Kepala Bagian Kemahasiswaan Unmuh Bangka Belitung juga mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah menyempatkan waktu datang berkunjung ke Unmuh Babel. “Terima kasih telah mengenal lebih dekat berbagai program pelayanan pendidikan maupun berbagai fasilitas yang ada di Unmuh Babel,” ujarnya dalam situs resmi Unmuh Babel.

Selanjutnya, Sukma berharap, semoga dengan telah berkunjung ke Kampus Unmuh Bangka Belitung ada hikmah yang dapat terpetik. Misalnya, para siswa menjadi termotivasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebab, hal ini sangat penting sebagai modal dalam menghadapi era teknologi yang semakin ketat ini.

Rektor Unmuh Babel Beri Pesan pada Perayaan Hari Jadi Provinsi Babel

Rektor Unmuh Babel Beri Pesan pada Perayaan Hari Jadi Provinsi Babel

Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri ST MEng mengucapkan dirgahayu pada Puncak Perayaan Hari Jadi Provinsi Bangka Belitung ke-21 Tahun, Senin (22/11) lalu. Ia berharap, seluruh komponen dalam Provinsi Bangka Belitung bersama-sama menguatkan pembelajaran. Tujuannya agar Provinsi Bangka Belitung nantinya dapat unggul menjadi provinsi di masa mudanya yang kedua, hingga nanti ke fase mencapai usia 40 tahub,

“Bangka Belitung betul-betul perlu mampu menjadi provinsi yang sudah selesai belajar, untuk kemudian mengamalkan ilmunya,” ujarnya. Fadillah Sabri sendiri, sebagai rektor Unmuh Babel, dilansir oleh situs resmi Unmuh Babel, merupakan salah satu tokoh penggagas lahirnya presidium pembentukan Provinsi Bangka Belitung 1999-2000. Ia juga mendorong semua pihak untuk bekerja sama menjadikan provinsi ii unggul dan teladan. Dampaknya, provinsi ini dapat memberikan inspirasi untuk mencapai kemajuan, kesejahteraan masyarakat, dan contoh bagi daerah-daerah lainnya.

Puncak Perayaan Hari Jadi Provinsi Bangka Belitung ke-21 terlaksana di Pulau Belitung. Perayaan ini dalam rangka menjaga dan meningkatkan semangat persatuan di Bangka Belitung. Fadillah berpesan bahwa Babel perlu mampu melanjutkan perjuangan menjadi provinsi yang mandiri, berdaya saing, dan maju secara perekonomian. “Bangka Belitung perlu menjadi semakin lebih kental, harmonis dan kondusif. Sehingga apabila Babel ini terus aman, maka ini salah satunya akan berdampak kepada kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Babel. Sehingga, akan banyak sekali dampak-dampak turunan lainnya yang sangat baik bagi kemajuan perekonomian masyarakat di Babel,” tutupnya.

Simpatisan Muhammadiyah harus Militan, Peduli, Berakal dan Inovatif

Simpatisan Muhammadiyah harus Militan, Peduli, Berakal dan Inovatif

“Muhammadiyah itu adalah berbuat amal untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik dan memberikan kebermanfaatan demi kemasalahatan umat dan bangsa. Contohnya kita tidak hanya mengisi absensi atau hadir di dalam sebuah lembaga ataupun di dalam masjid Muhajjirin yang megah ini, melainkan kita juga dituntut untuk memakmurkan masjid ini,” begitu papar Prof. Dr. H. Achmad Nurmandi, M.Sc., saat berkesempatan memberikan kuliah subuh di Masjid Muhajirin Pangkalpinang.

Turut hadir Rektor Unmuh Babel sekaligus Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung , Fadillah Sabri, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Membidangi Majelis Ekonomi, H. Warsangka dan sejumlah pengurus dan kader pemuda Muhammadiyah Babel lainya.

Peneliti sekaligus Pakar Ahli Ilmu Pemerintahan ini juga mengajak kepada seluruh kader, baik pengikut, pengurus maupun simpatisan Muhammadiyah yang ada di Provinsi Bangka Belitung untuk senantiasa menanamkan semangat untuk berbuat kebaikan. “Tapi dalam melakukan atau berbuat itu juga harus dilakukan menggunakan akal. Oleh karena itu dalam matan keyakinan Muhammadiyah bahwa beragama itu harus menggunakan akal dan tidak cenderung hanya asal berbuat. Contohnya adalah kenapa Muhammadiyah juga mendukung pemerintah menggunakan masker? jawabnya adalah karena ada akal dan ada ilmunya,” tambahnya.

Untuk bisa beramal, maka juga perlu berorganisasi. Oleh karena itu di Muhammadiyah juga ada yang namanya cabang, ranting, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Majelis, Ortom. Karena ini adalah tubuh dari organisasi Muhammadiyah. Karena tidak mungkin juga kita mau berbuat baik tanpa ada organisasi yang baik. “Sebab sejatinya seorang simpatisan Muhammadiyah itu selain dituntut militan, peduli, berakal dan juga harus inovatif dan terampil dalam berorganisasi. Yakni kader organisasi yang mampu memberikan peran, mengayomi untuk betul-betul beramal kebaikan bagi kepentingan agama, masyarakat bangsa dan negara,” pungkasnya. []Sumber: Humas Unmuh Babe