Kerja Sama UNIMUS dan PT Erlangga Mendorong Semangat Penelitian Dosen

Kerja Sama UNIMUS dan PT Erlangga Mendorong Semangat Penelitian Dosen

Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melakukan penandatanganan MoU dengan PT Penerbit Erlangga Semarang pada Sabtu (30/10) lalu. Lembaga yang mewakili UNIMUS adalah Lembaga Studi Islam Kemuhammadiyahan dan Mata Kuliah Umum (LSIK & MKU). Kerja sama UNIMUS ini terlaksana dalam webinar Bulan Bahasa yang terselenggara bertepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021.

Kepala LSIK & MKU UNIMUS, Dr Rochdi Warsono MSi, melakukan penandatanganan sebagai pihak UNIMUS. Selanjutnya, pihak PT Penerbit Erlangga ialah Pimpinan PT Penerbit Erlangga cabang Semarang, Hari Setiawan SE. Pada penyelenggaraan webinar tersebut, mahasiswa UNIMUS hadir untuk menyimak narasumber webinar tersebut, yakni Dr Alex SS MPd, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam sambutannya, Dr Rochdi mengatakan mengenai pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di Indonesia. “Sebuah bangsa dan negara perlu mempunyai satu bahasa sebagai bahasa nasional dan masyarakat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia, selain menjadi bahasa komunikasi, juga menjadi pemersatu bangsa. Sebab, ada beragam bahasa dan adat dengan beragam perbedaan di Indonesia,” ujarnya. 

Kemudian, UNIMUS, melalui LSIK & MKU, sangat mendukung dan mendorong para tenaga didik UNIMUS untuk aktif melakukan penelitian. Penelitian-penelitian tersebut dapat menjadi tulisan dan buku. Melalui kerja sama tersebut, PT Penerbit Erlangga dapat membantu menerbitkan tulisan hasil penelitian para tenaga didik UNIMUS. “Harapannya, ilmu dari hasil tulisan tersebut akan berguna, baik bagi diri sendiri, masyarakat luas, bangsa, maupun negara,” lanjutnya.

Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin UMS Bertambah

Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin UMS Bertambah

Universitas Muhammadiyah Surakarta menambah jumlah Guru Besar di bidang Ilmu Teknik Mesin (dan Permesinan Lain) pada Senin (25/10) lalu. Momen ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 65067/MPK.A/KP.05.01/2021 tentang Kenaikan Jabatan Fungsional Akademik Dosen kepada Marwan Effendy ST MT PhD. Marwan Effendy ST MT PhD kini menjadi Guru Besar atau Profesor di bidang Ilmu Teknik Mesin (dan Permesinan Lain). Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof Dr Ir Muhammad Zainuri, DEA merupakan pihak perwakilan yang menyerahkan SK tersebut.

Sejumlah pejabat UMS dan sivitas akademika UMS turut hadir. Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif MSi memberikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa UMS memiliki komitmen tinggi untuk memberikan mutu pendidikan yang sesuai dengan visi UMS. “Pada tahun 2029, harapannya UMS menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan IPTEKS yang Islami dan memberikan arah perubahan,” ujarnya. Tidak hanya Marwan Effendy saja, melainkan akan ada Guru Besar lainnya. Rencananya, UMS akan mengumumkan nama-nama tersebut pada 10 November mendatang.

Marwan Effendy sendiri telah memiliki sebanyak 27 karya ilmiah yang terdokumentasi pada Scopus. Selanjutnya, 5 di antara 27 karya ilmiah tersebut memiliki kategori jurnal dengan faktor dampak (high-impact factor), yakni Applied Thermal Engineering (IF 5,29); International Journal of Heat and Fluid Flow (IF 2,79); Sustainability (IF 2,58); Case Studies in Thermal Engineering (IF 4,72); dan Journal of Materials Research and Technology (5,04).

Dilansir dalam situs resmi UMS, Marwan Effendy merupakan seorang doktor lulusan universitas di London dan telah aktif bergiat di penelitian, pengabdian, dan asosiasi ilmiah lainnya. Ia juga mendapatkan pengakuan sebagai reviewer dari penerbit terkemuka Elsevier pada 2018 lalu.

Sementara Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA, berharap bahwa segala yang Rektor UMS jalankan dalam masa pandemi ini dapat mengantar kembali ke sistem perkuliahan yang ideal.

PPG FKIP UMS Jalani Asesmen Akreditasi untuk Pertama Kalinya Secara Online

PPG FKIP UMS Jalani Asesmen Akreditasi untuk Pertama Kalinya Secara Online

Program Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menjalani asesmen akreditasi lapangan secara online pada Jumat-Sabtu (26-27/2). Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si menyebut kalau asesmen akreditasi tersebut merupakan yang pertama dilakukan oleh PPG UMS. “PPG ini adalah program profesi yang masih terhitung baru di UMS, sehingga baru kali ini menjalani akreditasi,” ujarnya.

Sebagai guru besar dalam hal pendidikan, Sofyan Anif begitu bersemangat untuk mengembangkan program profesi guru yang baru berdiri 2018 lalu. “Ini harus digarap betul-betul,” ucapnya. Karena menurutnya, PPG ini menjadi jalan untuk mencetak guru-guru yang unggul dan profesional. Sehingga dengan begitu para alumni yang nantinya terjun ke sekolah-sekolah itu bisa membangun karakter peserta didik yang baik.

Kaprodi PPG UMS, Dra. Siti Zuhriah Ariatmi, M.Hum, menambahkan, akreditasi ini merupakan pertama kalinya yang dilakukan. Selama dua hari, ia bersama jajarannya menjalani prosesi asemen lapangan yang terbagi menjadi beberapa sesi mulai dari sesi universitas, fakultas dan program studi.

Zuhriah berharap, akreditasi ini makin meningkatkan mutu dan performa Program Profesi Guru (PPG) di Kampus UMS dan menghasilkan hasil memuaskan yakni hasil yang unggul. (Bangkit N/Humas).

 

 

UMS Resmi Tambah Prodi Baru

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meluncurkan program studi (prodi) baru Ilmu Pendidikan Program Doktor di Auditorium Moh. Djazman, Senin (07/09). Prodi ini sekaligus menjadi yang pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Tengah.

Sofyan Anif selaku Rektor UMS dilansir dari Muhammadiyah.id mengungkapkan UMS saat ini telah memiliki 3 prodi untuk doktor. Ia melanjutkan, peran UMS akan terus berupaya untuk membangun dan mencerahkan bangsa. “Indonesia bercita-cita menjadi salah satu dari 8 negara terkuat dalam bidang pertumbuhan ekonomi. Ini harus didukung oleh SDM pendidikan yang unggul, maka baru bisa mewujudkan cita-cita tersebut,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, prodi yang sudah diajukan 5 tahun lalu ini menambah jumlah prodi yang dimiliki UMS dengan total 60 Prodi dari 12 Fakultas.

Program Doktor Ilmu Hukum UMS Kembali Luluskan Mahasiswanya

Kamis (3/9), Sekolah Pasca Sarjana UM Surakarta meluluskan tiga doktor di bidang Ilmu Hukum. Sinung Mufti Hangabei, Rangga Jayanuarto, dan Mohammad Tohari dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Hukum di Ruang Seminar Pascasarjana.

Sinung Mufti Hangabei mengucapkan syukur bisa menyelesaikan program doktor meski sedikit mundur dari target karena adanya pandemi Covid-19. Dosen Fakultas Hukum UM Bengkulu ini berharap dengan selesainya program doktor yang ditempuh, dirinya bisa segera kembali mengabdi di almamaternya. “Kembali aktif mengajar, dan semoga bisa menambah ilmu mahasiswa serta menyemangati kawan-kawan yang belum S-3 untuk bisa melanjutkan studi,” tambah Sinung.

Kepala Tata Usaha Sekolah Pasca Sarjana UMS Nurul Azizah, S.E memaparkan selama pandemi Covid tidak ada sidang terbuka diganti dengan jurnal terindeks scopus. Namun kemudian diputuskan ada satu yang maju mengadakan sidang terbuka. “Perbedaannya dengan sidang pada biasanya, kali ini peserta yang dapat masuk ke dalam ruangan dibatasi untuk mengurangi penyebaran Covid-19,” jelas Nurul. Nurul berharap, dari sidang terbuka baik di masa pandemi maupun tidak, program sekolah pascasarjana dapat meluluskan mahasiswa yang siap untuk mengabdi dengan ilmu dan gelar yang sudah dimiliki.

UMS Gelar Sumpah Profesi Ners Angkatan XXI

Selasa (4/8), UMS gelar sumpah profesi perawat angkatan ke-21. Sumpah keperawatan kali ini diselenggarakan secara daring dan luring. Sebanyak 55 mahasiswa mengikuti prosesi sumpah secara daring, sementara 11 mahasiswa mengikuti secari luring.

Ketua Program Profesi Ners UMS Sulastri, S.Kep., M.Kes mengungkapkan pada awalnya pengambilan sumpah akan dilaksanakan pada 24 Maret 2020. Namun adanya pandemi Covid membuar acara harus diundur dan diselenggarakan secara daring dari rumah masing-masing. “Dari 66 lulusam 24 mahasiswa mendapatkan IPK 4.0. Sementara IPK terendah yaitu 3.67. Sehingga kalau dirata-rata lulusan profesi keperawatan angkatan ke-21 ini 3,9,” terangnya.

Dr. Sofyan Anif, M.Si selaku Rektor UMS menyampaikan pesan kepada lulusan agar terus mengabdi kepada masyarakat dengan menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan sebaik-baiknya. “Lulusan-lulusan ini menjadi capaian yang luar biasa karena banyak yang mendapatkan nilai cumlaude. Ini Sebagai bukti kualitas pendidikan di Prodi Keperawatan dan Prodi Profesi Ners FIK UMS yang sudah terakreditasi A” tutup Dr. Sofyan.

UMS Gelar Halal Bihalal Daring

Sabtu (30/5), Keluarga besar UM Surakarta menyelenggarakan halal bihalal daring. Halal bihalal daring ini diikuti seluruh dosen dan karyawan UMS dengan berpusat di Ruang Rektor Gedung Induk Siti Walidah UMS. Halal bilahal ini juga mengundang Drs. H. Tafsir, M.Ag. Ketua Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) Jawa Tengah sebagai pengisi pengajian Halal Bihalal tersebut.

Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. mewakili pimpinan UMS meminta maaf apabila ada kebijakan-kebijakan yang belum bisa memuaskan seluruh pihak. Ia pun mengajak seluruh keluarga besar untuk saling memaafkan dan ke depan bisa memberikan kontribusi sebaik-baiknya meski berada di tengah pandemi Virus Corona. Sofyan tak lupa mengapresiasi para dosen yang bisa memanfaatkan keadaan pandemi ini untuk tetap kreatif dan inovatif. “Namun kita tetap bisa mengambil hikmah dari virus pandemi ini, saya lihat para dosen ada yang memanfaatkannya untuk menulis buku, jurnal penelitian dan lain sebagainya,” ujar Sofyan.

Drs. Tafsir, M.Ag. dalam tausyiahnya menjelaskan mengenai pentingnya silaturrahmi untuk membangun harmoni kehidupan. “Halal bihalal ini menjadi wadah kita untuk saling memaafkan dan Semoga Allah mengembalikan kita menjadi manusia yang kembali fitri (suci),”

bisa saling memaafkan dan semoga Allah mengembalikan kita menjadi manusia yang kembali fitri (suci).”

UMS Bagikan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Sebanyak 804 paket sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (8/4). Penyaluran ini dilakukan oleh Relawan Gerakan UMS Peduli Lawan Covid-19 bekerja sama dengan BMT Amanah Umat, MDMC, serta Pimpinan Rating dan Cabang Muhammadiyah di sekitar UMS.

Demi menghindari kerumunan banyak orang kegiatan ini dilaksankan dengan mengantar paket sampai depan pintu rumah penerima. Ketua Gerakan UMS Peduli Lawan Covid-19, Mahasri Shobahiya, M.Ag, memaparkan dalam satu paket terdapat beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, teh 2 bungkus, kecap 2 macam, mie telur 2 bungkus, minyak gorek 1/2 liter, hand sanitizer 1 botol, hand soap 1 bungkus, dan masker. “Kami berharap pandemi ini segera menghilang. Insyaallah, kami berikhtiar akan tetap membantu masyarakat sampai wabah corona berakhir,” ungkap Mahasri.

Sementara itu Rektor UM, Dr Sofyan Anif, M.Si mendukung penuh kegiatan tersebut. UMS bahkan membuat kebijakan mengenai pengalihan tunjangan beras dosen dan karyawan UMS untuk warga yang terdampak Covid-19. Lebih lanjut Sofyan menjelaskan masyarakat terdampak ini bukan hanya yang terpapar virus tapi juga terdampak secara ekonomi. “Seperti pada masyarakat yang biasanya berjualan, jadi tidak bisa berjualan karena harus melakukan social distancing. Kemudian para pekerja lepas harian dan informal yang tidak mendapatkan penghasilan karena tidak ada konsumen,” tutur Sofyan.

UMS Gelar Program E-Seleksi

Merebaknya pandemi virus corona (COVID-19) membuat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) harus mencari metode lain dalam melakukan proses seleksi mahasiswa baru. Jika sebelumya UMS menyaring mahasiswa baru melalui jalur Computer Based Test (CBT), maka kini UMS menyiasati dengan menggelar seleksi mahasiswa berbasis online atau e-seleksi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terbentuknya kerumunan, interaksi dengan banyak orang,  serta untuk memudahkan masyarakat yang ingin mendaftar di UMS.

Wakil Rektor 1 UMS, Prof Dr Muhammad Da’i, M.Si., Apt., menjelaskan e-seleksi mahasiswa baru UMS berbasis portofolio. Program ini dilakukan untuk semua jurusan di UMS termasuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Seleksi berdasarkan pada pencapaian prestasi akademik atau nilai raport kelas X sampai dengan XII dan prestasi non-akademik. Muhammad Da’i juga menambahkan seleksi dapat diikuti oleh lulusan tahun 2018 dan tahun 2019. “E-seleksi UMS ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk dapat melanjutkan studi di UMS. Masyarakat cukup dengan mengunjungi https://e-selqeksi.pmb.ums.ac.id. Peserta seleksi dapat menambahkan informasi tambahan prestasi yang diperoleh ketika studi di SMA/MA/SMK dan yang sederajat untuk tambahan pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa UMS,” ujar Muhammad Da’i.

Nantinya hasil seleksi melalui jalur ini akan diumumkan setiap pekan. Muhamad Da’i berharap proses e-seleksi dapat menjadi alternatif masyarakat dalam mengakses belajar di UMS. Proses ini juga merupakan respon kesiapan UMS dalam menghadari disrupsi akibat Covid-19. “Proses ini akan dilaksanan seterusnya, sehingga dapat diakses oleh masyarakat dari seluruh pelosok tanah air, tanpa kendala waktu dan jarak,” pungkas Muhammad Da’i.

Bahasa Indonesia jadi Bahasa Kedua Akademik di Al-Azhar

Universitas Muhammadiyah Surakarta bersama Universitas Gadjah Mada dan UIN Maulana Ibrahim Malang menjadi stakeholder utama penyedia SDM pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar.

Tergabung dalam Konsorsium Pengajaran Bahasa Indonesia, ketiga perguruan tinggi tersebut digandeng oleh Universitas Al-Azhar untuk membuka prodi Bahasa Indonesia pada Fakultas Bahasa dan Terjemah yang diinisiasi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo Usman Syihab.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Al-Azhar atas kepercayaannya mendapuk bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua akademik,” ujar Helmy Fauzi selaku Duta Besar RI untuk Kairo melalui press release yang kami terima. Ia melanjutkan tujuan utama pengajaran Bahasa Indonesia di Al-Azhar adalah bahwa bahasa Indonesia banyak digunakan oleh mayoriyas bangsa Asia Tenggara, di mana mayoritas penduduknya beragama Islam.