Pembekalan Lulusan bagi Calon Wisudawan UMPO

Pembekalan Lulusan bagi Calon Wisudawan UMPO

Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menyelenggarakan Pembekalan Lulusan kepada para calon wisudawan pada Jumat (15/10) lalu. Kegiatan ini terselenggara dengan tujuan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan kerja agar sesuai dengan bidang, peminatan, dan keahlian masing-masing. Metode pelaksanaannya adalah daring dengan bekerja sama kepada perusahaan-perusahaan konsultasi ternama. Perusahaan tersebut bergelut di bidang pengembangan pembelajaran dan manajemen, di antaranya PT Magenta Permata Jaya dan PT Sobat Kerja Indonesia.

Dalam kegiatan ini, pihak-pihak yang hadir adalah Direktur Utama, Indriya Trisnika; Head of Human Resource and General Affair, Heidi Warsito; dan Generalist and Become Recruitment and Assesment Specialist, R. Resya Sujana. Kemudian, ketiganya memberikan materi tentang persiapan-persiapan dalam memasuki dunia kerja. Mulai dari persiapan mental, skill, dan teknologi-teknologi yang harus dikuasai. Harapannya, melalui kegiatan ini para lulusan UMPO dapat menjadi seseorang yang kreatif, inovatif, dan imajinatif dalam berkarier.

Selanjutnya, pada sesi tanya-jawab, para peserta banyak menunjukkan antusiasmenya dengan pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan. Kemudian, di akhir acara Pembekalan Lulusan ini, dilansir oleh situs resmi UMPO, PT Magenta Permata Jaya dan PT Sobat Kerja Indonesia memberikan doorprize dan pendampingan bagi lulusan UMPO nantinya.

Nantinya, para calon wisudawan UMPO akan mengikuti pengarahan wisuda, sebab wisuda akan terlaksana secara daring dan luring (hybrid). Wisuda ini nantinya akan menjadi wisuda ke-51 UMPO. Rencananya, wisuda akan terselenggara pada 26 Oktober s.d. 27 Oktober 2021.

UMPO Angkat Batik Ciprat Lewat Program British Council

Universitas Muhammadiyah Ponorogo bersama Rumah Harapan Karangpatihan mendapatkan kepercayaan untuk melakukan program kolaborasi dengan Coventry University Inggris berjudul ‘Co-Designing E-Commerce Method of Batik Ciprat in Karangpatihan Village’. Program tersebut didanai British Council  berdasarkan skema Developing Inclusive and Creative Economies Digital Programme Research and Development Fund (DICE Digital R&D Fund).

Dilansir melalui website UMPO Senin (25/01), program DICE Digital R&D Fund adalah program global dengan menempatkan kreativitas, eksperimen, desain, tujuan sosial, penelitian tindakan, dan hubungan internasional. DICE menyelaraskan dengan program, organisasi dan upaya lain yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan ekonomi global yang inklusif, berkelanjutan, dan kreatif.

Rochmat Aldy Purnomo salah satu anggota tim menjelaskan program ini akan melaksanakan beberapa kegiatan kreatif seperti pembuatan batik ciprat dan promosi, pemasaran produk kreatif, edukasi literasi tentang batik, dan program e-commerce bertema “Kebangkitan Batik Ciprat dari Komunitas Disabilitas Melalui E-Commerce diantaranya Alibaba.com, amazon.com, bukalapak.com, tokopedia.com untuk platform e-commerce”.

“Dengan dukungan dari DICE R&D Fund, kami berharap produk batik ciprat semakin terkenal dan dapat berkembang di sisi pemasaran digital dan koneksi antara seniman, pengusaha, pembuat kebijakan, perantara, investor, penyandang dana, dan peneliti. Dimana hal itu dapat mengembangkan ekonomi kreatif yang inklusif sesuai dengan konsep SDGs dan tujuan DICE R&D Fund itu sendiri”, tegas Aldy.

Adapun Tim Indonesia yang dipercayakan pada UMPO dan Rumah Harapan Karangpatihan juga beranggotakan Muhibbudin Fadhli sebagai Co-Investigator, dan tim dari Rumah Harapan Karangpatihan, antara lain Eko Mulyadi, Samuji, Yuliana dan para relawan.

UMPO Gelar Monev Tim KBMI

Selasa (27/10), Lembaga Sertifikasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menyelenggarakan monitoring dan evaluasi (monev) di ruang seminar gedung rektorat UMPO. Monev ini merupakan follow up dari program hibah Kompetisi Bisnis Mahasiswa (KBMI) Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Penididkan Tinggi (Kemenristekdikti). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi kinerja dua tim KBMI UMPO yang berhasil mendapatkan dana hibah sebesar 17 juta dan 19 juta. Setiap kelompok mempresentasikan hasil dari program KBMI yang dijalankan secara virtual.

Yusuf Arif MM selaku Kanit Sertifikasi Kewirausahaan LSM UMPO menjelaskan monev tersebut dilakukan setelah masing-masing tim mendapatkan pencairan dana hibah sebesar 80%. Yusuf mengungkapkan dalam monev ini kedua tim tidak memiliki kendala berarti. “Hanya saja untuk tim penetas telur memang ada pada marketingnya karena hanya orang-orang tertentu saja yang membutuhkan alat itu, dan bahan baku produk dengan harga terjangkau yang berkualitas cukup sulit didapatkan. Tetapi kita sudah bekerjasama dengan mitra sehingga cukup terbantu dalam produksinya” tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus memantau setiap perkembangan pendanaan KBMI hingga usaha kedua tim berjalan sukses. Selain itu, pihkanya juga akan melakukan pendampingan program marketing online, pengembembangan jaringan dan inovasi produk. “Kita harap kesolidan tim tetap dijaga, usahanya juga senantiasa akan eksis dan dapat memotivasi mahasiswa yang lain untuk melakukan hal sama dengan menuangkan ide gagasan pada proposal. Mengingat sangat banyak program hibah pemerintah seperti KBMI, PKM, KKU dan sebagainya,” pungkasnya

UMPO Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Jepang

Kamis (13/8), Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menandatangani MoU dengan PT OS Selnajaya, salah satu grup Internatioanl Outsorcing inc yang bergerak di sektor manufaktur dan penyedia SDM. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur PT OS Selajaya Indonesia Satoshi Miyajima dan Rektor UMPO Happy SUsanto, MA di aula lantai 2 gedung Rektorat UMPO.

Keja sama dilakukan dalam bidang industri dan pengembangan SDM. Nantinya, kedua pihak akan memanfaatkan aset UMPO berupa tanah dan bangunan eks pabrik tekstil di Desa Purwosari Babadan Ponorogo.

Dipaparkan oleh Satoshi, training center saat ini hanya ada di Jakarta, Bandung, dan Lembang. Sementara peserta kebanyakan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Oleh karenanya PT OS Selnaja membuka training center di Ponorogo bersama UMPO karena Kabupaten Ponorogo sangat strategis dijangkau masyrakat dari Jawa Timur maupun Jawa Tengah,” terangnya.

UMPO Adakan Campus Tour dan Literacy Class

Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengadakan Campus Tour dan Literacy Class untuk MAN 2 Ponorogo. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari (25-28/2) ini diikuti oleh 35 siswa kelas XI MAN 2 Ponorogo.

Selama kegiata para siswa dibekali pemahaman tentang literasi dan perpustakaan sehingga kesadaran akan literasi dapat tertanam sejak dini. Ini merupakan tahun kedua bagi Perpustakaan UMPO bekerja sama dengan perpustakaan MAN 2 Ponorogo. Waka Sarpras MAN 2 Ponorogo, Asfihani S.Sos, berharap kerja sama ini dapat mengembangkan Perpustakaan MAN 2 Ponorogo dan mendapatkan akreditasi.

Sebagai Perguruan Tinggi, UM Ponorogo berupaya untuk mengembangkan literasi tidak hanya di lingkungan kampus namun juga masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.