Film Subuh Peroleh Apresiasi Sandiaga Uno Bermula dari Kuliah dan KKN di UMY

Film Subuh Peroleh Apresiasi Sandiaga Uno: Bermula dari Kuliah dan KKN di UMY

Film Subuh (‘Miracle at Dawn’) mendapatkan penghargaan pada Jumat (22/4) lalu. Film ini terpilih sebagai Family Sunday Movie edisi April 2022 oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sandiaga Uno, Menteri Kemenparekraf memberikan pengumuman tersebut. Total sebanyak 109 submisi film dan Subuh menjadi salah satu dari dua film yang terpilih untuk mendapatkan apresiasi penghargaan tersebut.

Ada yang menarik di balik layar produksi film Subuh. Film ini mulanya dari skripsi saat filmmaker-nya menjadi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMY yang luarannya (outcomes) adalah karya, salah satunya film. Proses tersebut merupakan awal dari produksi film Subuh, hasil kolaborasi antara Achmad Rezi Fahlevie dengan Muhammad Wahyu Saputra melalui Noise Films. Levie sebagai sutradara dan Wahyu sebagai produser, dengan co-produser Budi Dwi Arifianto. Keduanya kini telah lulus dari UMY.

Selain menjadi co-produser, Budi juga sekaligus menjadi dosen pembimbing. Levie menarasikan bahwa proses kreatif film ini yang mendapat keterlibatan dari dosen pembimbing. “Konsep awalnya long take tanpa cut. Dalam proses pra produksi, ada insight dari dosen pembimbing untuk memasukan konflik lebih kuat, ujar Levie, Rabu (27/4).

Awal Mula Gagasan Subuh

Film Subuh mulanya dari pengalaman Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY yang Levie jalani bersama teman-temannya di sebuah desa di Magelang yang mayoritas penduduknya Kristiani. Dalam kesehariannya, warga menggunakan atribut yang biasa penduduk muslim yaitu pakai sarung dan peci. Warga juga hidup dalam toleransi yang baik. “Film ini memiliki konsep pengemasan film, karena ide tentang toleransi banyak tapi di film Subuh ini cara bertuturnya beda,” ujarnya. Produksi film terjadi ketika Covid-19 di tahun 2020 dengan protokol kesehatan yang ketat dan akhirnya rilis di awal bulan 2021. Produksi terlaksana di sebuah rumah dengan 13 kru dan 2 pemain.

Levie menjelaskan konsep film ini juga berdasarkan pengalamannya dalam film Cerita Masa Tua (2018) yang mengedepankan semiotika. “Membuat karya sebagai luaran skripsi itu yang penting gagasannya sederhana namun kuat. Jangan sampai goals-nya hanya lulus saja, namun juga harus banyak ditonton dan menjadi branding kita untuk masuk ke dunia kerja serta portofolio,” pesan Levie kepada mahasiswa yang ingin berkarya.

Penghargaan Film Subuh

Film Subuh sebelumnya sudah banyak diputar dalam berbagai festival film dan mendapat beberapa nominasi dan penghargaan, yaitu Film Terbaik 1 di Universitas Andalas, Padang 2021; Nominasi Sutradara Terbaik di Festival Film Klaten 2021; Nominasi Penulis Naskah Terbaik di Festival Film Klaten 2021; Penyunting Gambar Terbaik di Festival Film Klaten 2021; Nominasi Pemeran Utama Terbaik di Festival Film Klaten 2021; Nominasi Film Terbaik di Festival Film Klaten 2021; Film Terbaik di Artspiration Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2021; Nominasi Ide Cerita Terbaik di Festival Film Islami Lampung 2021; Sutradara Terbaik di Festival Film Islami Lampung 2021; Nominasi Film Terbaik di Festival Film Islami Lampung 2021; Nominasi Pemeran Utama Terbaik di Festival Islami Lampung 2021; Sutradara Terbaik di Bogor Independent Film Festival 2021; Nominasi Penulis Naskah Terbaik di Bogor Independent Film Festival 2021.

Penghargaan lainnya adalah Film Kedua Terbaik di Tebas Amikom, Yogyakarta 2021; Film Terbaik 1 di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga 2021; Sutradara Terbaik di Universitas Mataram Lombok 2021; Penulis Naskah Terbaik di Universitas Mataram Lombok 2021; Aktor Terbaik di Universitas Mataram Lombok 2021; Film Terbaik 1 di Universitas Mataram Lombok 2021; Film Terbaik di Bogor Independent Film Festival 2021; Official Selection Sewon Screening, Yogyakarta 2021; Nominasi Film Terbaik Psychology Film Festival UNAIR Surabaya 2021; Nominasi Film Terbaik Kinema Cinema di Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021; Official Selection Sinema Akhir Tahun ISI Surakarta 2021; Nominasi Film Terbaik di Festival Film Jambi 2021; Film Terbaik di Festival Film Sumedang 2021; Penulis Naskah Terbaik di Festival Film Sumedang 2021; Official Selection di Parade Film MMTC, Yogyakarta 2022; dan Finalis Apresiasi Kreasi Indonesia 2022.

 

Penulis: Fajar Junaedi

[]UMY/Diktilitbang

Mahasiswa UMY Terpilih Duta GenRe 2022 DIY

Mahasiswa UMY Terpilih Duta GenRe 2022 DIY

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi Duta GenRe 2022 DIY pada Ahad (27/3) lalu. Pemilihan Duta GenRe ini terlaksana di Hotel Sahid Raya. Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan ini yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa. Hanya sebanyak 10 peserta saja terpilih sebagai peserta pasangan di Duta GenRe dan menyabet gelar Duta GenRe DIY 2022. Dari kesepuluh peserta tersebut, Sukardi menjadi salah satunya. Ia merupakan mahasiswa UMY Prodi Akuntansi angkatan 2021.

Sukardi mengungkapkan syukur atas prestasi yang telah ia capai. “Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur mendapatkan pencapaian ini. Saya akan melakukan yang terbaik dalam menjalankan amanah ini,” ujar Sukardi dilansir dalam situs resmi UMY. Duta GenRe sendiri merupakan ajang pemilihan remaja putra-putri untuk menjadi figur teladan dan motivator di kalangan remaja. “Kemudian, mereka berperan memberikan wawasan kepada generasi muda tentang kesehatan reproduksi,” jelasnya.

Selanjutnya, dalam pengimplementasian amanahnya, Sukardi bertekad untuk membentuk Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK M) di lingkup UMY. “Harapan saya bisa menerapkan atau membentuk PIK M di UMY yang sebelumnya sudah ada tapi hanya khusus FKIK. Jadi, saya ingin berinisiatif membuat atau memperkenalkan PIK M di kalangan mahasiswa UMY,” jelas Sukardi.

Kemudian, tak hanya memberikan edukasi masalah HIV, Sukardi juga ingin memberikan edukasi mengenai bahayanya narkoba bagi kalangan remaja. Sukardi menganggap bahwa kurangnya pemahaman yang benar terhadap narkotika membuat banyak kalangan remaja yang mudah terjerumus untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

UMY Menerima Sertifikat ISO 270012013

UMY Menerima Sertifikat ISO 27001:2013

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerima sertifikat dari Lembaga Sistem Informasi (LSI) pada Rabu (23/2). Sertifikat tersebut merupakan sertifikasi ISO 27001:2013 kepada sistem keamanan informasi UMY. Penyerahan sertifikat berlangsung di gedung AR Fakhruddin A UMY. ISO 27001:2013 sendiri merupakan icon sertifikasi seri ISO 2700 yang terbaru. Seri ini rilis pada tahun 2013.

ISO 27001 merupakan standar internasional berkaitan dengan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). Artinya, sistem manajemen ini dapat memberikan gambaran secara umum mengenai apa saja yang harus dilakukan oleh suatu organisasi atau instansi. Tujuan dari pemberian gambaran tersebut dalam rangka mengimplementasikan konsep keamanan informasi yang memiliki jangka waktu hingga tahun 2024.

Dr Ir Wahyudi ST MT IPM, Kepala LSI UMY, mengatapan bahwa upaya pengamanan jaringan menjadi bentuk dukungan dalam meningkatkan dan mempertahankan mutu kualitas di UMY. “Sebagai institusi pendidikan, UMY terus berusaha mengimplementasikan keamanan informasi. Dengan adanya sertifikasi ini, kami terus meningkatkan mutu dan juga kualitas UMY dari segi keamanan informasi,” tutur Wahyudi dalam situs resmi UMY.

Persiapannya perlu sekitar satu tahun demi UMY menerima sertifikasi ini. Wahyudi berharap dengan sertifikasi ISO ini, pengelolaan sistem informasi menjadi lebih baik lagi. “Dengan adanya perolehan sertifikasi ISO terbaru, harapannya pengelolaan sistem informasi bisa jadi lebih baik lagi. Selanjutnya, semoga dapat terus berkembang sesuai dengan standariasi ISO,” ujarnya.

UMY Resmi Gelar POM 2022

UMY Resmi Gelar POM 2022

Covid-19 tidak menghalangi sivitas akademika UMY dalam melaksanakan kegiatan offline karena UMY memiliki Incident Command System (ICS) yang selalu mengontrol kegiatan offline di wilayah UMY. Begitu papar Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP, IPM Rektor UMY pada Pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (POM UMY) 2022. Rangkaian acara Milad UM Yogyakarta ke-41 ini resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Rektor UM Yogyakarta di Lapangan Basket kampus setempat, Senin (21/02),

Muhammad Ibnu Rahmata, Presiden Mahasiswa BEM KM UM Yogyakarta 2021/2022 mengungkapkan bahwa POM merupakan kegiatan rutin BEM KM UM Yogyakarta yang diikuti seluruh fakultas untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa. “Hal yang paling penting dalam kegiatan ini adalah sportivitas pemain dan seluruh pihak yang terkait,” ujarnya.

Reza Nurkhofifah Priyandani, Sekertaris POM UM Yogyakarta 2022 menambahkan bahwa POM akan dilaksanakan selama dua pekan mulai dari 21 Februari 2022 hingga 12 Maret 2022. Adapun cabang olahraga yang dilombakan yaitu sepak bola, futsal, badminton, voli, basket, catur dan e-sport (PUBG dan Mobile Legends). Ia berharap agar slogan ‘Junjung Sportivitas Ciptakan Solidaritas!’ dapat menciptakan pertandingan yang jujur dan sportif yang dapat mempererat rasa solidaritas mahasiswa. []UM Yogyakarta/Diktilitbang

Grand Launching Konferensi UMY Optimalkan Kaum Muda

Grand Launching Konferensi UMY Optimalkan Kaum Muda

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan grand launching konferensi internasional pada Senin (24/01) lalu. Kegiatan bertempat di Gedung AR Fakhruddin B Lantai 5. Konferensi dalam grand launching tersebut yakni International Conference on SustainabIe Innovation (ICoSI) dan UMY Undergraduate Conference (UMYGrace). ICoSi akan terbuka bagi umum pada bulan Juli mendatang, dan UMYGrace terbatas untuk mahasiswa S-1 UMY pada bulan Agustus.

Rektor UMY, Prof Dr Ir Gunawan Budiyanto MP IPM memberikan sambutan dalam grand launching tersebut. Prof Gunawan mengatakan bahwa konferensi internasional ini tidak hanya melahirkan publikasi ilmiah. Namun, juga menjadi solusi atas permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Juga, menjadi upaya untuk terlibat dalam proses perkembangan dunia yang semakin cepat.

“Elaborasi penemuan ilmiah dalam level internasional bukan saja outcome-nya adalah publikasi internasional. Tapi, juga perumusan sejauh mana para cendekiawan dapat memberikan jawaban atau solusi permasalahan yang ada di tengah masyarakat,” terang Gunawan dalam situs resmi UMY.

Pada tahun ini ICoSI ke-6 akan terlaksana secara virtual pada 20-21 Juli 2022 dengan mengangkat tema “Optimizing Global Benefits for Future Well-Being”. Sementara itu, UMYGrace ke-3 bertajuk “Strengtening Youth Potential for Sustainable Innovation” akan terlaksana pada 10 Agustus 2022. UMY Grace bertujuan khusus untuk mengembangkan potensi pemuda di seluruh dunia dalam pengembangan inovasi lanjutan.

Pada konferensi ICoSI dan UMYGrace 2022, presentasi makalah merupakan bagian dari jurnal terindeks Scopus, Prosing Web of Sciences, Jurnal Terakreditasi Nasional, dan Prosiding ISSN.

Tapak Suci UMY Menyabet 5 Medali

Tapak Suci UMY Menyabet 5 Medali

Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi. Hal itu terbukti pada kejuaraan Pencak Silat AUB Cup Jateng DIY Piala Walikota Surakata 2021. Lomba tersebut terlaksana pada Ahad (19/12), di Gor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adi Unggul Bhirawa, Surakarta. Dalam Kejuaraan AUB Cup ini, sebanyak 250 peserta berkompetisi. UMY mengirimkan 15 orang yang terdiri dari 11 Atlet, 2 Official, dan Manager.

Pada kejuaran yang terselenggara dari tanggal 16-19 Desember 2021 ini, tim Tapak Suci UMY berhasil memboyong pulang 1 medali emas dan 4 perunggu.  Di antaranya adalah, pertama, Juara 1 kategori tanding kelas B Putra Dewasa. Kedua, Juara 3 kategori tanding kelas C Putra Dewasa. Ketiga, Juara 3 kategori tanding kelas J Putra Dewasa. Keempat, Juara 3 kategori tanding kelas D Putri Dewasa. Kelima, Juara 3 kategori tanding kelas E Putri Dewasa

Dwi Bagus Irawan, selaku manager Tapak Suci dalam kompetisi tersebut mengaku senang dengan raihan prestasi ini. “Alhamdulillah kami cukup senang. Ini bisa memotivasi kami lebih baik lagi untuk berprestasi ke depannya,” tutur Bagus. Dalam situs resmi UMY, tim Tapak Suci melakukan persiapan selama 2 bulan.

Bagus berharap, pelatihan di Training Center dapat menjadi berkelanjutan. Ia juga berharap adanya apresiasi beasiswa pendidikan bagi atlet Tapak Suci yang berhasil pulang medali seperti yang sudah diterapkan oleh universitas lain.

Prof Dyah Mutiarin, Guru Besar Ilmu Pemerintahan Perempuan Pertama UMY

Prof Dyah Mutiarin, Guru Besar Ilmu Pemerintahan Perempuan Pertama UMY

“Perempuan merupakan subjek yang sangat penting baik itu di dalam keluarga, di lingkungan kerja, maupun di masyarakat. Sehingga perempuan harus dapat menunjukkan kemampuannya untuk maju, mandiri, dan berada di posisi yang setara dengan laki-laki”. Begitu pungkas Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.IP., M.Si., dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang baru saja meraih gelar Guru Besar dalam bidang Ilmu Pemerintahan sekaligus menjadi Guru Besar Perempuan pertama yang dimiliki UMY. Pemaparan itu cukup mematahkan stigma masyarakat terhadap peran perempuan. Bagi dyah, perempuan memang harus bisa dan memiliki posisi yang penting di dalam pengambilan keputusan, khususnya dalam membentuk masa depan universitas.

Ketertarikannya terhadap ilmu pemerintahan mengantarkan dyah untuk melakukan beberapa penelitian tentang Pemerintahan dan Kebijakan Publik. Lebih detail, penelitian yang dilakukan oleh Kepala Lembaga Riset dan Inovasi UMY ini berfokus kepada manajemen pemerintahan dan inovasi kebijakan publik yang ada di dalam pemerintahan. Menurutnya pula, pemerintahan yang adaptif, inovatif, responsible (pemerintahan cergas/agile government), sangat diperlukan dalam mengelola kebijakan publik, terlebih di masa pandemi ini. “Contohnya yaitu dalam menangani pandemi Covid-19 ini, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah membuat kebijakan, namun kebijakan tersebut sering mengalami perubahan, kemudian juga melakukan inovasi kebijakan dari pengalaman di lapangan, tentunya hal ini memerlukan model birokrasi yang cergas (giat/gesit/cekatan, red) dalam sebuah pemerintahan. Namun demikian birokrasi yang cergas ini juga memerlukan penguatan pelibatan masyarakat untuk mengontrol kebijakan tersebut,” jelasnya dilansir dari website UMY (5/11).

Dyah berharap gelar Guru Besar yang diraihnya serta status sebagai Guru Besar perempuan pertama di UMY dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya. “Saya juga berharap agar universitas dapat terus mendukung sumber dayanya untuk terus berkembang,” pungkasnya. [] UMY/Diktilitbang

Kepemimpinan Perguruan Tinggi di Masa Krisis dalam Webinar

Kepemimpinan Perguruan Tinggi di Masa Krisis dalam Webinar

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyelenggarakan Dialog Kepemimpinan Perguruan Tinggi pada Rabu (3/11). Webinar kali ini bertajuk “Kepemimpinan Perguruan Tinggi di Masa Krisis: Pengalaman UII dan UMY”. Prof Dr Fathul Wahid, Rektor Universitas Islam Indonesia dan Dr Gunawan Budiyanto MP IPM, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menjadi narasumber dalam webinar kali ini.

Sebelum memasuki inti kegiatan, Wakil Ketua Majelis, Prof Dr H Chairil Anwar menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan hadir. “Harapannya, para pimpinan yang hadir dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menimba ilmu dan mendengarkan cerita-cerita positif dari para narasumber,” ujar Prof Chairil Anwar.

Selanjutnya, Prof Fathul Wahid membuka presentasinya dengan paparan tentang rencana strategis UII sepanjang 2018-2022, yakni digitalisasi universitas. Adanya pandemik Covid-19 menjadikan penerapan rencana strategi ini lebih cepat dan kemudian berubah. “Sebelum pandemi, kita menjaga kualitas akademik dan keberlangsungan organisasi. Tetapi, ketika pandemi, kami menurunkan prioritas pada kedua aspek tersebut. Kami memprioritaskan keselamatan jiwa dan keberlangsungan akademik,” ujar Prof Fathul Wahid. Pada saat itu pula, UII memiliki fokus mitigasi keselamatan, mitigasi risiko operasi, dan mitigasi risiko finansial terhadap adanya penyebaran Covid-19.

Berikutnya, Dr Gunawan Budiyanto menyampaikan strategi kepemimpinan UMY dalam masa pandemi Covid-19, yakni mencapai tujuan menjaga keberlanjutan (sustainability). Aspek keberlanjutan tersebut meliputi bidang akademik, SDM, keuangan, kemahasiswaan, dan kerja sama baik nasional maupun internasional. “Aktivitas kampus harus tetap berjalan dengan penerapan protokol kesehatan prima. UMY juga tidak lupa untuk tetap mengejar posisi dan pasar yang lebih baik dalam konteks pembukaan mahasiswa baru,” jelasnya.

Kegiatan selanjutnya adalah kesempatan berdiskusi. Sebab, sesuai perkataan M Adam Jerusalem ST SH MT PhD selaku Wakil Sekretaris Majelis yang menjadi moderator kali ini, dialog kepemimpinan yang terselenggara secara daring ini menjadi upaya Majelis Diktilitbang dalam melaksanakan program leadership training sebagai wujud peningkatan akselerasi PTMA.

Penelitian tentang Perbankan Syariah Dosen UMY Peroleh Prestasi

Penelitian Dosen UMY tentang Perbankan Syariah Raih Prestasi

Tenaga didik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi dalam bidang penelitian. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY, Dr Dimas Bagus Wiranatakusuma SE MEc dan Nurlaili Sukmawati merebut juara 2 Kategori Umum dalam Lomba Call for Paper Karya Riset Ilmiah (KARISMA) pada Kamis (28/10) lalu. Otoritas Jasa Keuangan Institute (OJKI) menjadi penyelenggara perlombaan ini.

Keduanya mengangkat isu tentang mitigasi risiko pada beberapa akad di bank syariah di Indonesia. Penelitian ini, dilansir oleh situs resmi UMY, bertujuan agar menjaga kesehatan perbankan syariah dengan menawarkan ambang batas ideal. Keduanya memaparkan bahwa bank syariah memiliki peran penting dalam menggerakan ekonomi nasional melalui pembiayaan. Hal itu sangat menentukan kinerja operasional dari perbankan syariah. “Pembiayaan merupakan sebuah aktiva produktif yang rentan terhadap risiko, sehingga hal ini dapat mengganggu kinerja operasional bank syariah,” ungkap D Bagus Wiranatakusuma dalam wawancara dengan Humas UMY pada Jumat (29/10).

Tema penelitian ini adalah “Analisis Mengukur Portofolio Optimal pada Akad Perbankan Syariah di Indonesia”. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah bank syariah, khususnya adalah bank umum syariah dan unit usaha syariah, mudharabah, musharakah, murabahah, dan istishna. Rentang studi dalam penelitian yakni tahun 2004 hingga 2020 dengan data berbasis bulanan.

Terdapat beberapa aspek dalam indikator penilaian. Pertama, aspek relevanitas dengan tema. Kedua, aspek konten yang memiliki dampak bagi pengembangan sektor jasa keuangan di Indonesia. Ketiga, orinsinalitas tulisan. Keduanya berharap agar penelitian ini dapat berkontribusi bagi aspek kebijakan dan tataran praktik dalam operasional bank syariah di Indonesia. “Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi mengenai bagaimana cara agar perbankan tetap dalam kondisi yang sehat dalam berbagai kondisi ekonomi melalui penetapan ambang batas optimal (optimal threshold),” pungkas Dimas.

Totalnya ada 30 jumlah karya tulis ilmiah dengan topik Regtech, 42 topik Manajemen Risiko, dan 28 topik Suptech

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia

Ilmuwan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi bagian dari total 58 ilmuwan Indonesia yang masuk ke dalam Top 2% World Ranking Scientist pada Rabu (20/10) lalu. Dilansir oleh Tempo, pemeringkatan Top 2% World Ranking Scientist merupakan nama-nama ilmuwan yang termasuk ke dalam daftar 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Data ini merupakan publikasi Stanford University dan Elsevier BV secara tahunan. Prof John Ionnidis, Jeroen Baas, dan Kevin Boyack merupakan peneliti yang melakukan pemeringkatan ini. Publikasi ilmiah tersebut berjudul Data for Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators.

Secara keseluruhan, nama-nama ilmuwan di dunia yang termasuk ke dalam daftar yakni sebanyak 159.648 orang. Kesemua namanya terpilih dengan faktor jumlah nama yang paling banyak menjadi kutipan dalam jurnal-jurnal ilmiah di dunia. Oleh karena itu, masuknya mereka ke dalam daftar tersebut menjadikan mereka ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia.

Pada tahun 2020 lalu, ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang termasuk dalam Top 2% World Ranking Scientist sejumlah 40 orang. Oleh karena itu, bertambahnya angka menajdi sebanyak 58 orang merupakan sebuah kenaikan. Apalagi, di antara 58 orang tersebut, dua orang di antaranya merupakan ilmuwan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah/’Aisyiyah (PTMA).

Pertama, Agus Setyo Muntohar yang merupakan dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kedua, Tole Sutikno yang merupakan seorang dosen Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi PTMA, terutama kedua ilmuwan UMY dan UAD tersebut.

Berikut ini adalah nama-nama keseluruh 58 orang ilmuwan Indonesia yang termasuk ke dalam Top 2% World Ranking Scientist. 

Ilmuwan UMY dan UAD Top 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh Dunia
Ilmuwan UMY (27) dan UAD (45) masuk dalam Top 2% World Ranking Scientist.