UNISA Yogyakarta Bagi Paket Sembako dan Buka Layanan Periksa Gratis

UNISA Yogyakarta Bagi Paket Sembako dan Buka Layanan Periksa Gratis

Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta bagi paket sembako pada Kamis (7/4) lalu. Kegiatan ini terlaksana dalam rangka kegiatan bulan Ramadhan. Sebanyak lima padukuhan di sekitar lingkungan kampus menerima paket sembako tersebut. Padukuhan yang menerima sembako itu di antaranya Pundung, Sawahan, Nogosaren, Karang Tengah, dan Ponowaren. Kegiatan ini terlaksana dalam tema “Ta’awun Sosial” sebagai wujud kepedulian dan perhatian UNISA. Pada saat itu, sebanyak 1.000 paket sembako terbagi beserta dengan literasi kesehatan dan layanan periksa gratis.

Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti SKp MKep SpMat, mengucapkan terima kasih atas keberlangsungan kegiatan pembagian sembako yang UNISA Yogyakarta bagi ini. Kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dari warga sekitar kampus UNISA. Sebab, warga tersebutlah yang menerima dan membina para mahasiswa yang tinggal dan berindekos di sekitar padukuhan. “Pada kesempatan kali ini, secara langsung kami ingin menitipkan pada Bapak-Ibu semua yang kebetulan mempunyai tempat tinggal untuk anak-anak kami, mahasiswa dan mahasiswi UNISA. Harapannya, para mahasiswa dapat menerima bimbingan, bantuan, dan ajakan terlibat dalam kegiatan masyarakat,” ujarnya dalam situs resmi UNISA Yogyakarta.

Kemudian, Kepala Dukuh Karang Tengah, Surahmin, mengucapkan terima kasih kepada UNISA yang membagikan paket sembako kepada para warga di Karang Tengah. “Semoga dengan kegiatan pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan UNISA ini dapat memberi manfaat,” ujarnya.

Pada pelaksanaan kegiatan pembagian sembako dan layanan periksa gratis, seluruh jajaran pimpinan tingkat universitas dan fakultas di UNISA turut serta.

Alumni UNISA Paparkan Pengalaman Kuliah di Luar Negeri

“Jangan menjadi pohon pisang yang hanya sekali berbuah lalu pohonya mati, tetapi jadilah alumni yang bisa menghasilkan banyak manfaat di masyarakat yang akan dirasakan seterusnya”. Begitu papar Dr Mufdlilah S SiT MSc selaku Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan alumni UNISA Yogyakarta saat membuka webinar Inspiring Session part II, Sabtu (12/09).

Sebagai Keynote Speaker, Dr Mufdillah memaparkan materi bagimana menjadi lulusan terbaik dengan modal integritas serta menjadikan ilmu untuk menjaga nama baik almamater bagi di dalam maupun luar negeri. Mengangkat tema Life After Graduation Abroad, webinar ini juga mengundang 5 narasumber alumni dan Dosen Unisa Yogya yang telah menyelesaikan masa kuliahnya di luar negeri.

Para narasumber berbagi pengalaman kuliah di luar negeri beserta tips mendapatkan beasiswa, bagaimana membagi waktu serta pengelolaan keuangan. “Sebenarnya kita bisa berhemat, asalkan kita ga banyak jalan- jalan serta belanja, dan fokus untuk studi,” ucap Ery Khusnal, SKep MNS salah satu narasumber. Diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) berkolaborasi dengan Kantor Urusan Internasional (KUI) UNISA Yogyakarta, webinar diikuti 200 peserta.

UNISA Yogyakarta Gelar Virtual Concert Bersama Jikustik

UNISA Yogyakarta gelar Virtual Concert bersama Jikustik dalam rangka perayaan Milad ke-29 dan HUT RI ke 75, Minggu (23/08). Bertemakan “UNISA Bergerak untuk Bangsa” konser ini bertujuan untuk memerangi dan memberikan kontribusi nyata pada penanganan Covid-19.

Mengandeng Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), UNISA telah membuka rekening donasi 7 hari sebelum acara berlangsung. Hasil donasi akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak dan pemenuhan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) rumah sakit mitra UNISA Yogyakarta.

Rektor UNISA, Warsiti mengungkapkan konser ini menjadi bagian dari kontribusi UNISA untuk terus berkolaborasi serta bersinergi dalam pencegahan Covid-19. “Selama pandemi ini kita mengirim relawan, tenaga kesehatan, para konselor dari berbagai prodi, kita terlibat aktif untuk penanganan COVID-19,” kata Warsiti.

Dalam konser tersebut, UNISA Yogyakarta juga merilis buku “UNISA Menulis Covid-19”. Menurut M. Ali Imron, M.Fis selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan juga Inisiator Buku tersebut menuturkan buku ini tidak hanya menyorot dari sisi kesehatan saja, namun juga menyorot bagaimana pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian, pendidikan, sosial, dan lain sebagainya.

Milad ke 28, Unisa Undang Sri Mulyani

“Belanja terbesar kedua Indonesia di bidang Sumber Daya Manusia adalah kesehatan, mau negara miskin ataupun negara kaya, kesehatan selalu menjadi masalah utama.” papar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam orasi ilmiah bertajuk “Mendidik Generasi Unggul Cendikia untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa” di Kampus Unisa Yogyakarta, Kamis (03/10).

Dihadapan ratusan mahasiswa Unisa, ia menambahkan isu kesehatan lainnya adalah tercatat 30% anak Indonesia yang masih mengalami kekurangan gizi. Permasalahan ini akan berdampak pada generasi bangsa Indonesia akan datang. “Jika dia tumbuh besar nanti, dia akan sulit berpikir analitis,”pungkasnya.

Mengacu pada Q.S an-Nisa ayat sembilan ia menyampaikan dari ayat tersebut sudah seharusnya kita tidak meninggalkan dan terus menjaga generasi penerus bangsa yang akan datang. “itu bukan perintah undang-undang atau perintah konstitusi tapi perintah Allah,” paparnya.

Di akhir, ia berharap agar mahasiswa Unisa dapat menjadi mahasiswa yang militan dalam ikut membantu pemerintah memerangi stunting atau permasalahan gizi kronis. “Karena ini bukan hanya masalah situasi ekonomi orangtua tetapi masalah mindset dan pengetahuan. Masalahnya bisa berhubungan dengan air bersih, bisa berhubungan dengan kebiasaan makan, dan bisa berhubungan dengan pengetahuan mengenai gizi,” tutupnya.